TABLE OF CONTENTS

CHARACTER'S PROFILE01
CHARACTER'S GALLERY02
ALTERNATE UNIVERSE03
WRITER'S CORNER04

CHOOSE THE PLAYER.

CHARACTERINFORMATIONS
NAMENivre Archeron.
AGE20.
DOB12 Aug.
PRONOUNShe/him.
SPECIESLunaris.
STATUS(Revenat)
MBTIISTJ
HEIGHT176 cm.
BLOOD TYPEO.
MENTALUNSTABLE.
HAIR/EYE COLORDark Brown/Gold-ish

RELATIONS:

  • Nelanchthon (twins) / Alive

  • Vannesa (mother) / Dead

  • Shion (adoptive mother) / Alive

  • Devilyn (adopted brother) / Alive

  • Theo Seraphis (adopted child) / Alive

LIKESDISLIKES
MoneyDrinks
GoldSkinship
FameLosing
PERSONALITY
Nivre Acheron is a CEO. He is often seen as distant, but in reality, his silence is his strength. Where others may act impulsively, Nivre takes time to weigh the consequences.

“I once ate my own mother.”


Menjadi ‘normal’ itu sulit bagi Nivre.Dia terlahir sebagai kelinci percobaan di sebuah tempat penelitian. Tentu tidak sendiri, ada begitu anak yang bernasib sama dengannya, datang dari berbagai ras karena ciri fisik berbeda.
Nivre memiliki nomor seri yang melekat di tubuhnya, ST01. Para peneliti tidak pernah memanggil dengan nama asli. Mungkin bagi mereka, eksistensi Nivre tidak penting.
Memang demikian.Sebagai subjek penelitian, Nivre memiliki sedikit kesadaran supaya tidak membuat keributan di tempat ini. Tiap hari mereka harus melalui serangkaian uji coba dari yang paling ringan hingga menyakitkan. Tidak jarang bila ada seseorang yang kehilangan nyawa. Semua itu dianggap normal di tempat ini.Para peneliti kemudian akan berdiskusi mengenai percobaan yang dilakukan kepada subjek manusia itu. Nivre tidak begitu mengerti, tapi secara keseluruhan mereka bilang semacam ‘sukses’ atau ‘gagal’.Nivre salah subjek penelitian yang paling baik menurut mereka. Ia bisa tahan dengan segala macam uji coba. Bahkan tidak menangis ketika dirinya disuntik dengan suatu cairan atau terluka. Sikap yang diharapkan dari seorang subjek; patuh.Semua sudah dijadwalkan, baik makan, minum, melakukan uji coba dan sebagainya. Mirip seperti ‘imbalan’ bagi mereka yang telah berhasil bertahan hidup sejauh ini. Terutama ketika jumlah anak-anak juga kian bertambah.Selaras, tingkat kematian subjek penelitian juga tinggi. Banyak sekali yang tubuhnya tidak kuat hingga harus berakhir sia-sia.Sayang sekali, bukan?Nivre sebenarnya juga tidak ingin terlalu memikirkannya. Dia cukup menikmati hidupnya di fasilitas, karena tidak harus kesusahan. Semua sudah tersedia, baik sandang, pangan dan papan. Bahkan dia mendapat tempat tidurnya juga, meski harus satu ruangan dengan begitu banyak ‘kelinci percobaan’.Nivre juga punya keluarga. Ada ayah, ibu dan juga saudara-saudaranya. Sayangnya, Nivre hanya ingat nomor seri yang diberikan kepada adiknya, kode 002.Mereka hampir jarang bertemu karena sama-sama dijadikan subjek penelitian. Itu bukan masalah, karena setidaknya semuanya berada di tempat yang sama.Sampai pada suatu hari, para peneliti itu ingin melakukan uji coba dengan metode baru. Yakni para ‘kelinci percobaan’ harus melakukan perbandingan sendiri. Siapa pun yang berhasil bertahan dijanjikan akan diberi sesuatu.
Tentu Nivre tertarik. Jika berhasil, mungkin keluarganya juga senang karena dirinya mendapat hadiah meski tidak banyak. Berapa lama dia berada di fasilitas ini dan tidak melihat keluarganya? Ia bahkan tidak dapat mengingatnya.
Akhirnya pertandingan itu pun dijalankan. Satu per satu subjek penelitian yang kalah tersingkirkan. Terutama oleh Nivre. Kemampuannya setelah menjalani berbagai uji coba meningkat pesat. Fisik dan gerakannya cepat, meski belum terlalu terlatih.Kemudian, pertandingan itu juga mempertemukan Nivre dengan seorang wanita yang tampak tidak asing. Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya? Namun dia tidak mau terlalu memikirkannya, hanya fokus untuk mengalahkannya.Seperti dugaan, seorang wanita tak bisa banyak melawan. Warna merah sudah menutupi tubuhnya. Tapi entah kenapa, Nivre justru tertarik. Begitu memikat.Setelahnya, para peneliti sangat gaduh. Terutama ketika melihat Nivre mulai memakan jasad yang tidak berdaya itu. Semua orang dewasa mencoba mencegahnya, berseru jika itu adalah ibu kandungnya.Bau amis masih menempel kuat di hidung dan mulut Nivre, sebab noda merah juga berada di sana. Ia mencoba membersihkannya sedikit dan menjilatnya dengan lidah. Ini terasa lebih baik, tidak harus kesakitan terlebih dulu.Nivre tidak tahu apa yang dipikirkan oleh para peneliti itu, mereka terlihat syok dan ketakutan. Kemudian, tidak berapa lama terdengar suara yang lain. Ada banyak orang yang menerobos fasilitas. Mereka lantas segera mengevakuasi para subjek penelitian yang masih selamat, termasuk Nivre.Sendirian, tanpa satu pun anggota keluarganya yang turut ditolong bersamanya.Kehidupan memang tak ada yang bisa menebak, termasuk ketika Nivre kembali ditangkap oleh sekelompok orang aneh dan dilelang di pasar gelap. Seseorang dari keluarga Acheron membelinya, kemudian memberikan ‘latihan’ untuknya di organisasi.Nivre menjalani hari yang berbeda saat masih berada di fasilitas. Ia memang masih bertarung, tapi juga melakukan hal lain seperti membaca buku dan mendapatkan pelajaran di rumah. Seorang guru dipanggil untuk itu.Lama-lama, melihat kemampuan Nivre yang sudah baik, pemimpin keluarga Acheron menunjuknya sebagai penerus. Setelah beberapa tahun, Nivre pun mengambil alih posisi tersebut. Menjalankan organisasi seperti sebelumnya. Bahkan para bawahannya juga sangat setia.Selain itu, demi berkamuflase di antara orang-orang, Nivre membuka sebuah bar dan berlaku sebagai pemiliknya. Dia sampai harus ikut pelatihan khusus hanya demi penyamaran ini. Meski memiliki sifat dingin, tapi itu tidak terlalu berpengaruh terhadap kamuflasenya.Apakah ini bisa disebut ‘normal’?Meski, memang, rasanya agak membosankan.